Hidup dan Rahasianya

Menurut lagu rakyat suku Swahili, suku terbesar di Afrika, hidup adalah perjuangan. Kalah menang adalah urusan Tuhan. Sementara, kata almarhum W.S. Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Dan, Pramoedya Ananta Toer menambahkan, kata-kata adalah ibarat tanah lempung, yang bisa dibentuk sesuka hati, bisa mengeras dan melembut. Kesimpulannya, hidup itu bisa kita bentuk sesuka hati, karena hanya … Lanjutkan membaca Hidup dan Rahasianya

Iklan

Hidup itu Memilih

Dalam novel Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer berkata,”Kadang manusia dihadapkan pada sebuah pilihan dalam hidupnya. Jika tidak memilih saat itu ia tidak mendapat apa-apa.” Kurang lebih seperti itu bunyinya. Ya, memilih! Buat seorang peragu tentu alangkah beratnya. Buat seorang sembrono atau selebor sama juga sulit. Yang berbeda adalah reaksi mereka. Si peragu akan tercenung lama … Lanjutkan membaca Hidup itu Memilih

Jablay dan Eufemisme

Angkot warna telor asin berhenti tepat di bawah sebuah flyover, jalan lintas layang. Persis di seberang sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Aku bergegas turun setelah mengulurkan dua lembar ribuan. Kemudian menyeberangi jalan. Ya, Sabtu itu aku menuju sebuah mall yang telah meraksasa dengan keberadaan sebuah supermarket asal Amerika Serikat. Deretan bilik ATM-nya pun lengkap … Lanjutkan membaca Jablay dan Eufemisme

Salahkah Menjadi Epigon?

"Yang paling penting bagi setiap pengarang ialah jiwanya sendiri..." (John Cowper Powys) Yang namanya ekor letaknya selalu di belakang. Ia membuntuti sesuatu yang berada di depannya. Dalam kepenulisan, orang yang latah meniru-niru gaya tulisan seorang penulis lazim disebut epigon. Sebagaimana ekor yang takkan pernah mendahului kepala, seorang epigon tidak akan pernah berhasil mengungguli penulis yang … Lanjutkan membaca Salahkah Menjadi Epigon?

Kata adalah Senjata

“Kata-kata adalah kurcaci yang muncul tengah malam, dan ia bukan pertapa suci yang kebal terhadap godaan. Kurcaci merubung tubuhnya yang berlumuran darah sementara pena yang dihunusnya belum mau patah.” (Joko Pinurbo dalam puisi Kurcaci, 1998) Dalam kesempatan yang lain, Pramoedya Ananta Toer mengibaratkan kata sebagai tanah lempung yang mudah dibentuk sesuka hati sehingga dapat berdentang … Lanjutkan membaca Kata adalah Senjata