[Cerpen] Tiga Perempuan

Tiga Perempuan Oleh Nursalam AR Telepon berdering. Jemari halus mengangkatnya. “Halo.” Lembut. “Benar kamu tidak bisa terima aku?” sergah suara di seberang. “Iya.” “Hidupmu bakal lebih terjamin!” “Tidak perlu!” Dengus nafas keras memburu di seberang. “Masih sayang anakmu kan?” “Tentu saja!” “Bagus. Pikirkan saja nasibnya.” Klik. Si pemilik jemari halus mendengus. Bercampur tangis. ***             … Lanjutkan membaca [Cerpen] Tiga Perempuan

Iklan

Kisah Koin Lima Ratusan

  Selasa pagi. Pagi itu, setelah berbondong-bondong turun dari KRL Jabodetabek di Stasiun Sudirman, sebagian penumpang KRL yang mayoritas orang kantoran menyeberang keluar stasiun ke arah Jembatan Sudirman untuk kemudian menaiki tangga ke atas hingga ke jalan protokol Jenderal Sudirman. Inilah kawasan pusat bisnis utama di Jakarta, ibukota Indonesia. Pagi itu, di tangga Jembatan Sudirman, … Lanjutkan membaca Kisah Koin Lima Ratusan

Hanya Perempuan yang Bisa Memahami?

Seorang kawan saya pernah bilang,”Hanya perempuan yang bisa memahami.” Sejenak saya tercenung. Memang seperti kata orang bijak,”Behind great men there are great women.” Di balik kebesaran seorang laki-laki selalu ada peran perempuan di belakangnya. Ya, karena dorongan perempuan seperti ibu atau istrilah seorang laki-laki dapat maju. Berdasarkan riset yang dilakukan Allan dan Barbara Pease dalam … Lanjutkan membaca Hanya Perempuan yang Bisa Memahami?

Lelaki yang Menangis:Paradoks Perempuan dan KDRT

Seorang kawan bilang,”Hanya perempuan yang bisa memahami.” Sejurus aku tercenung. Seperti kata orang bijak,”Behind great men there are great women.” Di balik kebesaran seorang laki-laki selalu ada peran perempuan di belakangnya. Ya, karena dorongan perempuan seperti ibu atau istrilah seorang laki-laki dapat maju. Berdasarkan riset yang dilakukan Allan dan Barbara Pease dalam Why Men Don’t … Lanjutkan membaca Lelaki yang Menangis:Paradoks Perempuan dan KDRT