Dihina itu Berkah

“Dirampok atau hati dilukai, tidak berarti apa-apa kecuali jika Anda terus-menerus mengingatnya.” (Konfusius) Menjadi penerjemah sama sekali bukan cita-cita saya. Barangkali ini lebih sebagai jalan hidup. Dan jalan hidup itu berawal dari sebuah hati yang terluka dua puluh dua tahun lalu, pada awal 90-an. Ya, hari itu, saat jam istirahat Sekolah Arab (sebutan orang Betawi … Lanjutkan membaca Dihina itu Berkah

Iklan