Pekerja Kata

Sebab kata adalah karya

(buku baru) Kumcer Dongeng Kampung Kecil

………………………..

“Itu sebabnya bapak tidak ijinkan kamu ngaji sama dia. Selain bapak…” Kalimat Juwana mandeg. Suaranya melemah “Bapak cuma kuatir lihat cara mengajarnya pada anak-anak. Ingat itu!” Suaranya kembali meninggi.

“Tapi, Pak, Pak Ustadz kan mengajarkan alif ba ta!” protes Tulus. Ia memang sering diam-diam ikut pengajian Ustadz Hanafi.

“Kamu tahu apa sih tentang fundamentalis?”

“Memangnya fundamentalis itu apa, Pak?” Tulus balik bertanya. Ia benar-benar ingin tahu.

Juwana terkesiap. Ia beranjak meninggalkan Tulus sambil berkata, “Kamu masih kecil…”  (Cerpen “Dongeng Kampung Kecil”)

…………………

Mbok, aku pake jilbab ya!”

Bu Mar melotot menatap anak semata wayangnya. Bola matanya membesar luarbiasa. “Tidak. Tidak boleh!”

“Ah, Mbok. Boleh ya?”

“Tidak. Kok ndak ngerti juga kamu!”

Awan gelap menggelayut di wajah si anak. Ia tertunduk sedih. Lalu berkata, “Mbok, aku kan pingin banyak teman. Teman-temanku banyak yang pake jilbab. Lagian itu kan perintah Allah.”

Bu Mar mendesah. Dadanya sesak bagai dihantam gada. “Ibu tahu pake jilbab itu perintah Allah. Ajaran agama. Tapi kamu tetap tidak boleh. Ora ilok[ii]!”

“Kenapa, Mbok?”

Tambah panjang Bu Mar mendengus. Matanya serasa hampir copot dari rongganya.

“Kenapa? Sis, kamu itu laki-laki, Nak! Wong lanang. Masak laki-laki pake jilbab! Edan!”  (Cerpen “Cinta dari Cikini”)

 


Itulah cuplikan dari 2 cerpen yang ada dalam kumcer “Dongeng Kampung Kecil” (Halaman Moeka, Maret 2012) yang memuat 15 cerpen karya Nursalam AR.

 

Kumpulan cerpen (kumcer) “Dongeng Kampung Kecil” yang memuat 15 cerpen ini, secara umum, berkisah tentang pergulatan manusia dengan lingkungannya di sebuah kampung kecil bernama Jakarta.

Ibukota Republik Indonesia ini secara lahiriah adalah sebuah kota besar dengan segala kelengkapan fasilitas sosial dan umumnya. Namun, sejatinya, Jakarta adalah kampung kecil dengan segala sifat kekampungannya (ketidaktertiban, ketidakdisiplinan dll).

Sesuai judul dan filosofi di atas, cerita-cerita yang diangkat dalam kumcer ini bersumber dari keseharian pergulatan manusia Jakarta dalam mempertahankan hidup dan budayanya. Karena letak “kampung kecil” bernama Jakarta itu sebagai sentral kekuasaan maka kerap gejolaknya menjadi berita di seantero nusantara, seperti kasus peledakan bom atau perebutan kekuasaan.

Testimoni

“Salut untuk Nursalam. Cerita-cerita yang dipaparkan seolah nyata dan segar, seperti mengikuti kisah pengalaman hidup seseorang. Beliau bertutur dengan jujur dan lancar. Kepiawaiannya meracik kalimat menjadikan cerita-cerita ini sangat menarik dan tidak membosankan Meskipun bukan penikmat cerita pendek, ternyata saya sangat menikmatinya. Sungguh memukau.”
(Romodon Bekti, manajer dan konsultan social media)

”Membaca Kumpulan Cerpen “Dongeng Kampung Kecil” ini, membuat  perasaan saya teraduk-aduk. Terharu, iba, prihatin atas kondisi yang memang terjadi di Jakarta.  Buku Kumcer yang memuat 15 cerpen di dalamnya ini menceritakan tentang hiruk-pikuk Ibukota dan permasalahan para masyarakat-nya. Kebaikan dan ketulusan menjadi sifat yang mahal dan jarang didapatkan, karena  mereka pun sibuknya dengan permasalahan mereka sendiri. Walau masih ada beberapa masyarakat yang masih memegang prinsip untuk tetap di jalan yang benar. Buku ini benar-benar membuat saya jadi melihat kehidupan lain yang belum saya lihat. Buku Kumpulan cerpen ini sarat makna yang terkandung di dalam semua cerpennya, dan banyak pelajaran yang didapatkan. Menyampaikan dengan sederhana sehingga mudah dicerna, tapi sangat berisi.”
(Syukriah, pegawai swasta di sebuah perusahaan pertambangan)

Buku ini merupakan salah satu pemenang sayembara penerbitan buku yang diadakan oleh penerbit Halaman Moeka pada 2011.

Untuk pemesanan, silakan kunjungi Toko Buku Online Halaman Moeka.com atau via Nursalam (0813-10040723). Surel: salam.translator@gmail.com. Harga kumcer: Rp. 60 ribu.

2 Komentar

  1. Selamat ya Mas, menjadi pemenang, barokallah…

    • Alhamdulillah, terima kasih, Mas Maryu:).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: